Jakarta, indomaritim.tv – Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 secara meriah dengan menampilkan berbagai lagu diringi musik kolintang yang berlangsung di Balai Samudra, Jakarta, Senin (27/2/2023).
Ketua Dewan Pembina PINKAN, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio pada kesempatan itu mengucapkan selamat dan mendukung secara penuh musik kolintang diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya bukan benda. “Saya dan seluruh insan kolintang mendukung penuh pengajuan kolintang ke UNESCO,” kata Laksamana TNI (Purn) Prof. Marsetio yang juga Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Periode 2012-2015.
Menurutnya, kolintang saat ini tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia. “Kita belum lama ini mengirim satu set alat musik kolintang ke Afrika, yaitu ke Nigeria. Ini merupakan salah satu wujud bagaimana kolintang berkolaborasi.” ungkap Laksamana TNI (Purn) Prof. Marsetio.
“Kolintang sudah ada di Rusia, Belanda, Australia, Amerika Serikat, Spanyol, Italia dan negara-negara lainnya. Artinya, kolintang sudah mendunia. Kini, semua insan kolintang bersatu padu mewujudkan kolintang sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia untuk diakui dunia,” ucap Prof. Marsetio.
Persiapan kolintang menuju UNESCO juga sudah disiapkan di antaranya telah ada naskah akademik dan berbagai terget yang disyarakatkan oleh UNESCO. “PINKAN sudah beberapa kali berkoordinasi, paparan dan rapat dengan Duta Besar RI untuk UNESCO, Prof Ismunandar, dan Dirjen Mendikbud untuk bersama-sama mewujudkan kolintang goes to UNESCO. ” kata Prof. Marsetio kepada wartawan indomaritim.com.
Rencananya, pada Maret 2023 mendatang, kolintang akan diusung ke UNESCO dan penetapannya akan dilaksanakan pada Desember 2024.
Sementara itu, Ketua Umum PINKAN Indonesia, Penny Iriana dalam sambutannya pada acara hari ulang tahun ke-12 PINKAN berharap pengajuan kolintang menuju UNESCO berjalan lancar. “Semoga proses kolintang goes to UNESCO mendapat ridha Allah. Setelah nanti mendapatkan pengakuan UNESCO, tentu mempertahankannya tidak mudah. Oleh karena itu kita akan terus menggemakan kolintang.” paparnya.
“Mudah-mudahan pengajuan kolintang menuju UNESCO membangkitkan lagi semangat pemain-pemain kolintang”, kata Ketua Umum PINKAN, Penny Marsetio.
PINKAN Indonesia dideklarasikan 27 Februari 2011, berawal dari rapat Ikatan Pelatih Musik Kolintang Jakarta (IPMKJ) 2010 yang dipimpin Mauritz Tumandung. Pada Kongres II PINKAN Indonesia 10 Mei 2018, menetapkan Penny Iriana Marsetio sebagai ketua umum dan membentuk kepengurusan pusat bersama Lis Purnomo Yusgiantoro, Anie Rachmat Sudibyo, Linda Lubis Sundah, dan Charles Ngangi yang dikukuhkan pada 3 Agustus 2018 di Jakarta.
Hadir juga dalam peringatan ulang tahun PINKAN ke-12, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, Komposer dan Music Director, Franki Raden, musisi Dwiki Darmawan, jajaran pengurus PINKAN, para pelatih serta pemain kolintang dari berbagai daerah.






