Jakarta, indomaritim.tv – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Makassar, Selasa (14/2/2023) mengerahkan Tim Satgas Siaga Bencana untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan akibat guyuran hujan deras.
Prajurit TNI AL dilengkapi peralatan diterjunkan di beberapa kawasan terdampak banjir seperti Perumahan Puri Pattene Permai, Kecamatan Pattene Kabupaten Maros, Dusun Parangmalenggu, Desa Panakukang, Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa, dan termasuk beberapa kompleks TNI AL yang juga terdampak banjir antara lain kompleks TNI AL Lembo, Dewakembar, Dewakang (Tabaringan) dan Dewaruci (Tamalaba).
Tim Satgas Siaga Bencana Lantamal VI di bawah koordinator Asops Danlantamal VI Kolonel Laut (P) Ahmad Muharram terjun langsung melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.
TNI AL juga mendukung kendaraan truk dan ambulance untuk membantu pergeseran tenaga medis, obat-obatan dan logistik ke tempat penampungan sementara sekaligus mendukung pemeriksaan dan pelayanan kesehatan korban banjir.
Menurut Asops Danlantamal VI menyampaikan, “Tim Satgas Siaga Bencana Lantamal VI telah membantu warga untuk mengevakuasi puluhan warga dan material yang terdampak banjir di perumahan Puri Pattene Permai yang nantinya akan dibawa ke Posko Siaga Banjir sementara yang terletak di Masjid Hadijah yang terletak di dalam komplek perumahan tersebut. Satgas juga memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga masyarakat yang sakit bisa cepat ditangani oleh tim Medis dari Lantamal VI Makassar.”
Pangkalan Utama TNI AL Makassar juga menerima aduan layanan masyarakat, apabila ada warga yang terkena bencana banjir agar dapat menghubungi pihak Tim Satgas Siaga Bencana Lantamal VI Makassar yang beralamat di Jl. Yos Sudarso No. 308 Kota Makassar.
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali juga menjelaskan ancaman bencana akan terus terjadi dan bisa dipastikan terjadi, sehingga kesiapan TNI AL akan terus ditingkatkan untuk menghadapi kontinjensi tersebut.
“Dalam upaya bantuan kepada masyarakat saat terjadinya bencana alam, TNI AL akan terus melaksanakan amanat undang-undang dengan menggelar Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat serta kementerian dan lembaga terkait dalam penanggulangan bencana alam yang bisa saja terjadi kapanpun,” ucap Muhammad Ali.






