Jakarta, indomaritim.tv – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal perang eks Jerman Timur kelas Frosch, Parchim dan Kondor masih akan tetap dipertahankan. Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan usai memimpin serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat teras TNI AL di Lapangan Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta, Rabu (25/1/2023).
Menurut Kasal, kapal-kapal eks Jerman Timur itu masih dipertahankan dengan melakukan pembaruan agar bisa tetap beroperasi dan diperpanjang masa pakainya. “Kapal-kapal eks Jerman Timur kita lakukan program refurbishment dan ini program Kementerian Pertahanan. Ini akan terus kita pertahankan sampai menunggu kapal-kapal yang baru datang.” kata Laksamana berbintang empat itu.
Sambil mengoperasikan kapal-kapal perang yang sudah berusia lebih dari setengah abad tersebut, TNI AL juga terus menambah armada perangnya dengan membangun kapal-kapal baru di PT PAL Surabaya. “Kapal-kapal yang dibangun di dalam negeri seperti Landing Platform Dock (LPD) pasti akan kita tambah dan mungkin akan kita modifikasi, kita kembangkan bentuk atau ukurannya agar bisa mengangkut heli lebih banyak atau mengangkut pasukan lebih banyak” kata Kasal kepada wartawan indomaritim.com.
Tahun 1994, Indonesia membeli 39 kapal perang eks Jerman Timur yang terdiri dari kapal penyapu ranjau kelas Kondor, korvet kelas Parchim, dan pengangkut tank kelas Frosch. Kapal-kapal tersebut sampai saat ini masih menjadi tulang punggung armada TNI Angkatan Laut selain kapal-kapal perang terbaru.
Sebelumnya, Kasal memimpin serah terima jabatan pejabat teras TNI AL dalam sebuah upacara militer di Lapangan Apel Kolinlamil, Tangjung Priok, Jakarta. Jabatan yang diserahterimakan antara lain: Pangkolinlamil dari Laksda TNI Agus Hariadi ke Laksda TNI Yayan Sofiyan; Koordinator Staf Ahli Kasal dari Laksda TNI I N G Sudihartawan ke Laksda TNI Tunggul Suropati ; Danpuspenerbal dari Laksda TNI Dwika Tjahja Setiawan ke Laksma TNI Imam Musani; Danpuspomal dari Laksda TNI Edwin ke Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santosa; Kadispamsanal dari Laksma TNI Liber Sihombing kepada Laksma TNI Yudhi Bramantyo; Kadisminpersal dari Laksma TNI Deni Herman kepada Laksma TNI Anshari Alamsyah; Kadisadal dari Laksma TNI Maman Rohman ke Laksma TNI Widiyantoro; Kadismatal dari Laksma TNI Widyantoro ke Kolonel Laut (T) Suryaman, dan Kadisjarahal dari Laksma TNI Eko Gajah Seno ke Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo.






