Peradaban Baru Negeri Para Adipati

Pelaut ADIPATI  l Kalitbang INDOMARITIM  l  Direktur Eksekutif TRUST  l Presiden SPI  l  Volunteer INMETA  

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki lebih dari 17.000 pulau yang dikenal, gugusan pulau yang sangat besar bahkan jika dibandingkan dengan kepulauan Jepang yang dibanggakan memiliki 6.852 pulau. Perbandingan sederhana jika kita bandingkan dengan peta geografis Indonesia di atas Jepang.  Dimana jika ujung paling timur Indonesia berada di Tokyo, maka ujung paling barat Indonesia akan berada di suatu tempat. Karaganda di Kazakhstan, yang terletak di garis bujur yang sama dengan Mumbai.

Fakta inilah yang memposisikan posisi Indonesia sebagai rangkaian daratan laut terbesar yang selama ini tidak sadari oleh dunia. Faktor utama mengapa potensi besar itu tidak terlihat oleh dunia adalah bangsa ini telah banyak sekali melupakan sejarah wilayahnya. Sejarah itu adalah ilmu dan juga pendidikan moral. Dimana sejarah itu mengajarkan kita kejujuran melihat peristiwa dimasa yang lalu. Sebuah peristiwa kolosal yang telah membentuk pribadi pemberani dan luhur atas perjalanan panjang mereka mengitari kepulauan yang panjang untuk berdagang serta membangun peradaban.

Sejarah melahirkan manusia yang besar, dan masyarakat akan menjadi sangat powerfull dalam berbagai aspek kehidupan saat bangsanya melahirkan kesadaran sejarah bangsanya. Layaknya jepang yang walaupun sudah berhaluan modern, namun tetap kokoh mengajarkan bushido jalan para samurai pembela kemuliaan sang kaisar. Atau amerika sendiri sebagai negara adidaya yang serba bebas dengan ideologi liberalnya, ternyata sangat intens mengajarkan untuk mengambil pengalaman dari para founding fathersnya dalam membangun industrialnya. Bagaimana dengan bangsa kepulauan maritim Indonesia yang punya sejarah pelaut hebat ini.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, ada para adipati sebagai sosok pemimpin pemberani dari gugusan kekuatan kesultanan disepanjang jalur nuswantara. Jalur perdagangan laut yang menginspirasi kekuatan kekaisaran china untuk juga ikut menaklukkan dunia dengan jalur sutranya. Saking besarnya kewilayahan negeri ini, beberapa naskah tutur dari beberapa kerajaan menyebut gugusan kepulauan ini adalah `negeri para adipati`. Sebuah istilah yang telah terkubur sekian lama, yang mungkin suatu saat nanti akan kembali saat bangsa ini tidak lagi berdaulat.

Kehebatan `negeri para adipati` terukir jelas dalam 29 lembar daun nipah naskah bujangga manik yang menceritakan pergelutan geopolitik di kepulauan nuswantara saat perdagangan laut dikuasai oleh kesultanan Malaka. Cerita diplomatik pertama dari pusaran geopolitk kerajaan majapahit, malaka dan demak tergambar jelas disini. Rentang geografis darat dan laut nuswantara yang panjang ini menjadi impuls identitas, proses, dan budaya strategis kerajaan dan kesultanan yang beragam itu. Pergulatan geopolitik strategik para adipati itu memang mengandung sentimen yang kuat akan nilai sosio-kulturalnya masing-masing.

Peradaban mulai pra-sejarah sampai hari ini akan selalu bermula dari pusaran geopolitik dengan motif penguasaan wilayah untuk sumber daya. Kekuatan nuswantara begitu hegemonik saat negeri para adipati ini berjuang menegakan keadilan atas kemakmuran bersama sebagai tuntunan Tuhannya diseluruh wilayah nuswantara atas penguasaan sumber daya pangan berupa rempah dan cadangan emas. Sampai pada saat bangsa ini merdeka dan menjadikan demokrasi dan pasar bebas menjadi ideologi hegemonik yang dipercaya sebagai satu-satunya cara membangun perdamaian, stabilitas dan kemakmuran bersama.

Peradaban besar itu akan kembali berulang dalam gugusan horizon nuswantara ini sebagai akibat dari perubahan peta geopolitik, saat cadangan energi harus disuplai oleh ribuan hektar hutannya Indonesia. Sebutlah Indonesia yang diakui Tesla sebagai  produsen utama mobil listrik masa depan, adalah negara yang memiliki 25 persen cadangan nikel dunia. Sebuah posisi yang jelas akan merubah kalkulasi geostrategis gugusan kepulauan yang tidak pernah dianggap serius oleh dunia, kecuali pulau bali sebagai destinasi transit liburan para turis.

Bahkan tanpa disadari oleh politisi yang mengendalikan negeri ini, kesadaran global sudah memunculkan hubungan aliansi yang membelah ristriksi geografi. Sementara kesadaran lokal akan melahirkan semangat perlawanan terhadap sistem kenegaraan yang dikendalikan. Semuanya bara api itu akan bermula dari bijih nikel yang ditambang di Kolaka di Sulawesi Tenggara, Luwu Timur di Sulawesi Selatan, Morowali di Sulawesi Tengah, Halmahera Timur di Maluku Utara dan Pulau Gag di Papua Barat. Sementara playing victim menjadi keseharian politik yang akan memperbesar kobaran apinya.

Maka semangat kearifan para adipati yang memimpin hamparan dimensi sejarah nuswantara adalah ideologi yang kita butuhkan untuk memimpin peradaban dunia kembali. Saatnya ofensif untuk menguasai territorial kawasan kita karena kita adalah anak-anak sejarah dari peradaban nuswantara ini. Kita tidak boleh tenggelam dari demokrasi yang mulai cenderung liberal dan menghancurkan kekuatan fundamental kita. Kemajuan ilmu dan teknologi harus mendekatkan kita dengan nilai-nilai agama yang sifatnya universal untuk menjauhkan kita pada konflik antar-peradaban.

Bahasan konflik antar peradaban yang ditenarkan oleh samuel hutington, mengingatkan kita semua tentang potensi tantangan terberat bangsa ini. Seperti wilayah timur tengah yang terus menerus digempur sejak temuan teknologi eksplorasi minyak berkembang dengan maraknya perusahaan-perusahaan minyak Barat di Arab Saudi, Iraq dan Iran pada awal abad 20. Saatnya mengerti dan menggali kembali kekuatan sejarah kita yang notabene adalah pelaut tangguh dunia, dengan jalur pantai terpanjang yang kita miliki dan serupa dengan panjang uni eropa dari Istanbul sampai London. Selamat datang dalam peradaban baru maritim dunia negeri para adipati.

Baca Juga

TEMUKAN KAMI

KOMENTAR

Studio 1

Jl Nakula No 7 Blok C No. 132, RT 003/RW 007
Jakasetia, Bekasi Selatan 17147
Kota Bekasi – Jawa Barat
Email      : tvindomaritim@gmail.com; redaksitv@indomaritim.tv marketing@indomaritim.tv
Telepon  : 081310959082; 0811133471

Studio 2

Lingk. Tegalrejo RT 003/RW 003, Bawen, Kab. Semarang 50661
Kab. Semarang, Jawa Tengah 

Email      : tvindomaritim@gmail.com; redaksitv@indomaritim.tv marketing@indomaritim.tv
Telepon  : 081392474632

1 0