Perang sentimen positif melawan sentimen negatif terhadap pidato pimpinan tertinggi PDIP

Pelaut ADIPATI  l Kalitbang INDOMARITIM  l  Direktur Eksekutif TRUST  l Presiden SPI  l  Volunteer INMETA  

10 Januari 2023 sudah berlalu beberapa hari, namun tetap menjadi momentum perdebatan pandangan dan harapan publik di media sosial terkait calon presiden yang akan dipilih oleh PDIP sebagai pemenang pemilu 2019 yang lalu. Acara HUT PDIP yang ke 50 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Wapres Ma’ruf Amin, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju jelas masih menyisakan tanya publik karena tidak ada pengumuman apapun dari ketua umum terkait presiden.

Membaca dari analisis bigdata di media sosial oleh Netray MM terhadap pidato Bu Mega, terpantau lebih dari 14 ribuan respons warganet di twitter. Bahkan sejak 10 Januari 2023 pada hari diselenggarakannya HUT PDIP, diskusi serius ini sudah terbangun sampai puncaknya di 12 Januari 2023. Diskusi di media sosial ini mulai mengarah kepada perang dukungan kepada sentimen positif dan negatif, dimana secara kuantitatif mendapatkan atensi yang sangat tinggi dengan impresi menembus lebih dari 20 juta kali.

Big data mencapture sekitar 112,6 juta akun berbahasa Indonesia terlibat aktif dalam bentuk replyretweet, hingga favorite. Terdapat 3.268 unggahan dengan sentimen positif melawan 5.999 unggahan dengan sentimen negatif. Sehingga respons publik didominasi oleh sentimen negatif, dan mungkin saja akan bergerak sebaliknya jika ada pengumuman pengusungan capres oleh ketum PDIP dalam waktu dekat. Dan diskusi pro kontra sebagai imbas dari pidato Megawati akan mulai berlanjut secara offline ditengah masyarakat.

Kekuatan perdebatan dalam sentimen positif hanya sempat berkembang diawal sebagai euphoria perhelatan besar PDIP di ibukota negara. Namun setelah diskusi ini berkembang maka sentimen negatiflah yang menguasai. Highlight kunci perdebatan yang valuable justru hadir pada pernyataan Megawati terkait peran PDIP dalam mengangkat Joko Widodo sebagai presiden. Yang kemudian diserang dengan sentimen `justru banyak yang memilih PDIP karena dukungannya terhadap Jokowi`.

Highlight yang lain adalah pernyataan Megawati “biar dia kerempeng, tetapi dia banteng” yang merujuk pada Presiden Joko Widodo adalah ungkapan yang ringan yang sarat makna. Pertama Jokowi tetaplah kader PDIP yang loyal, sehingga mungkin saja PDIP tetap akan mempertimbangkan keputusan politik Jokowi dalam pilihan politiknya. Namun disisi lain, karena Megawati satu-satunya tokoh di PDIP yang memegang hak untuk memutuskan siapa calon presiden. Bisa saja hak akan digunakan untuk memilih dirinya sendiri untuk maju Pilpres. Jika itu benar, akankah sentimen itu berubah. Kita tunggu saja!

Baca Juga

TEMUKAN KAMI

KOMENTAR

Studio 1

Jl Nakula No 7 Blok C No. 132, RT 003/RW 007
Jakasetia, Bekasi Selatan 17147
Kota Bekasi – Jawa Barat
Email      : tvindomaritim@gmail.com; redaksitv@indomaritim.tv marketing@indomaritim.tv
Telepon  : 081310959082; 0811133471

Studio 2

Lingk. Tegalrejo RT 003/RW 003, Bawen, Kab. Semarang 50661
Kab. Semarang, Jawa Tengah 

Email      : tvindomaritim@gmail.com; redaksitv@indomaritim.tv marketing@indomaritim.tv
Telepon  : 081392474632

1 0