Pelaut ADIPATI l Kalitbang INDOMARITIM l Direktur Eksekutif TRUST l Presiden SPI l Volunteer INMETA
Statement Jokowi kepada Ganjar Pranowo
Babak pertama akrobatik presiden republik Indonesia terhadap kriteria calon presiden republik Indonesia kedepan, diarahkan kepada sosok kepala daerah yang sibuk memikirkan rakyat sampai keningnya berkerut dan rambutnya putih semua. Berawal dari paparan Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional V Relawan Projo di Balai Ekonomi Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada mei 2022. Dan Ganjar menyambut dengan komentar .. “Ojo kesusu (jangan terburu-buru) nyebut sopo, ora nyebut aku og. (Tidak nyebut saya kok) GR, jangan GR. Beliau kan hanya ceritanya begitu saja, jangan GR, gitu aja GR” …
Tanggapan yang sangat sopan dan humble dari Ganjar ini justru menandai awal aktifitas roadshow Ganjar Pranowo keseluruh Indonesia. Kendatipun demikian Ganjar pun sangat mengerti, bahwa potensi pilihan capres kepadanya hanya ada pada keputusan kepemimpinan tertinggi PDIP. Dimana HUT 50 PDIP adalah bentukkan konsolidasi kader yang dilakukan dalam rangka instruksi Megawati agar seluruh kader satu suara dalam pilihan capres. Sehingga fokus Ganjar tetaplah pada kampanye politik nasionalis dengan statement … “Bekerjalah untuk rakyat. Kita sekarang lagi banyak bencana. Ekonomi sedang tidak mudah. Maka semua diminta untuk membantu”.
Statement Jokowi terhadap Megawati Sukarno Putri
Babak Kedua akrobatik presiden republik Indonesia terhadap kriteria calon presiden republik Indonesia kedepan, diarahkan kepada sosok sangat senior di partai besar yang karismatik dan pernah menjadi presiden serta wakil presiden sekaligus. Kejutan yang diharapkan agar Mega akan mengumumkan penetapan calon presiden dari PDIP di ulang tahun PDIP pada HUT ke 50 nya ternyata tidak terjadi. Sampai presiden Jokowi sendiri yang menanggapi langsung sikap tenang bu Mega dengan kalimat tidak grasa grusu layaknya koalisi partai yang lain.
Pernyataan ringan bu Megawati kepada pak Presiden adalah sinyal kode keras terhadap bargaining PDIP kepada pemerintah. Namun statement yang lebih penting adalah kandidat capres PDIP adalah kader terbaik PDIP sendiri, yang berarti bisa jadi adalah bu Megawati sendiri. Bahkan mbak Puan sebagai Capres yang awalnya digadang-gadang setelah HUT 50 PDIP tersebut berkomentar dalam acara Rosy Ekslusif di Kompas TV, bahwa dia sendiri tidak berhak mendapatkan golden tiket. Jadi pertarungan pilpres kali ini akan menempatkan PDIP pada estafeta kepemimpinan kultural sukarnois, bukan semata melihat potensi peluang sosok politisi yang memiliki elektoral yang tinggi.
Statement Jokowi terhadap Yusril Ihza mahendra
Babak Ketiga akrobatik presiden republik Indonesia terhadap kriteria calon presiden republik Indonesia kedepan, diarahkan kepada sosok senior yang sangat lihai memainkan politik tingkat tinggi di pemerintahan yang juga adalah pakar hukum ketatanegaraan dan ketua umum partai politik. Siapa Yusril sebenarnya yang sebegitu pentingnya presiden Jokowi mengumumkan namanya sebagai calon presiden ditengah hiruk pikuk bursa capres dalam survei dan analis media nasional yang notabene hampir tidak pernah menyebut nama Yusril.
Sejarah Yusril Ihza Mahendra mencuat ke pusaran kepemimpinan nasional saat menjadi penyokong utama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden. Ketika SBY mundur dari jabatan Menteri pada Maret 2004, Yusril mendatangi dan sepakat bekerja sama. Sebulan kemudian Yusril semakin menunjukan kedekatannya dengan mendukung pasangan SBY-Jusuf Kalla dibanding pasangan dari Partai Islam. Bahkan presiden SBY saat itu menjadikan Yusril ikut secara langsung menyusun kabinet SBY pada September 2004. Saking pentingnya posisinya saat itu, Yusril menyatakan menolak bila harus mengikuti uji kepatutan seperti calon menteri lain. Saat itu Yusril yang berperan sebagai Menteri-Sekretaris Negara sangat powerfull karena faktor pemahamannya terhadap konstitusi negara dengan semua turunannya.
Yusril yang selalu tampil sebagai penasehat hukum bahkan sampai saat ini, menggambarkan kekuatan konstitusi berjalan yang bahkan tidak mampu dikendalikan oleh kelas presiden sekalipun. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa kasus yang ditangani Yusril justru melawan pemerintah di persidangan dan menang. Yang teranyar adalah saat Yusril seakan ‘mengajari’ SBY dengan semua perlawanan konstitusinya. Seperti yang terjadi di Mahkamah Konstitusi pada 22 September 2010 memutuskan Hendarman harus berhenti dari posisi Jaksa Agung, hasil dari perlawanan Yusril kepada Jaksa Agung Handarman Supandji. Hal ini jelas menggambarkan sosok politisi yang satu ini paling faham UU tatanegara dan mengerti betul bagaimana cara keluar dari kebuntuan hukum. Mengingat sosoknya yang relatif bersih, basis islamis moderat dan pimpinan partai pro pemerintah, sehingga tidak mengherankan kalau presiden Jokowi dengan berani menantang Yusril dalam Rakornas PBB di Jakarta Rabu malam untuk maju sebagai calon presiden kedepan.






