Membaca Posisi Geopolitik Indonesia dalam Kawasan Asia Pasifik 2024

Pelaut ADIPATI  l Kalitbang INDOMARITIM  l  Direktur Eksekutif TRUST  l Presiden SPI  l  Volunteer INMETA 

Pada pertemuan terbarunya, ASEAN (The Association of Southeast Asian Nations) tampak kurang aktif dalam menghadapi isu-isu inti, yang dapat mengurangi pentingnya ASEAN dan perlahan-lahan mendorong anggotanya untuk lebih bersinergi dengan Tiongkok atau Amerika Serikat. Indonesia baru saja melewati perhelatan besar 5-7 September lalu. Menjadi tuan rumah ASEAN Summit ke-43 dengan mengumpulkan pemimpin dari 10 negara anggota blok ini (kecuali Myanmar) menjadikan posisi Indonesia cukup menjadi perhatian di kawasan Asia Pasifik.

Selain peserta negara-negara ASEAN kepala negara dari India, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Kanada, serta pejabat tinggi dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia, turut hadir. Ketidakhadiran Myanmar dalam pertemuan tersebut memberikan pesan bahwa ASEAN tidak sedang baik-baik saja. Artinya belum ada upaya-upaya serius blok ASEAN dalam menjawab tantangan konflik internal Myanmar. Dimana sampai saat ini belum ada langkah-langkah untuk menegakkan perdamaian atau memastikan Myanmar mematuhi Rencana Perdamaian Lima Poin 2021.

Sehingga pertemuan ASEAN kali ini merekomendasikan pencabutan hak Myanmar untuk memimpin blok ini pada tahun 2026. Walau belum ada pernyataan bersama dari pertemuan-pertemuan ini untuk membantu Myanmar dalam sengketa wilayah yang jelas sangat merugikan kelompok minoritas muslim Rohingya yang dibantai tanpa ampun oleh junta militernya. Padahal isu krisis di Myanmar yang berkecamuk sejak kudeta militer pada awal 2021 telah sampai ke Mahkamah Internasional. Terlihat sekali belum ada keseriusan ASEAN untuk mengakhiri kekerasan dan memulihkan stabilitas di negara itu.

Mencabut hak Myanmar untuk memimpin blok ini di masa depan terkesan lari dari tanggungjawab regional. Padahal ASEAN sangat mampu mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan konflik di dalamnya. Keputusan ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas ASEAN dalam memainkan peran sebagai penengah dalam krisis regional. Ditengah tantangan ASEAN untuk mengatasi sengketa wilayah yang terus berlanjut di Laut China Selatan dan menyelesaikan sengketa dengan cara damai. Kemunduran ASEAN ini menandai telah hilangnya pemain kunci dalam diplomasi regional di Asia Tenggara sendiri yang dulu pernah dimainkan oleh Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri dinamika geopolitik di Asia Tenggara kali ini sangat dipengaruhi oleh kecenderungan kemitraan dengan Tiongkok atau Amerika Serikat sebagai alternatif. Sementara kedua negara adidaya tersebut tidak sedang peduli dengan krisis kemanusiaan yang terjadi Myanmar saat ini. Sementara untuk sengketa kewilayahan kedua negara tersebut justru sedang beradu kekuatan dalam penguasaan jalur perdagangan di Asia Pasifik. Maka sangat urgen bagi Indonesia untuk memainkan posisi geopolitik yang semakin strategis dalam kawasan Asia Pasifik.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia hanya akan mampu mengendalikan geopolitik regionalnya, jika penguatan maritim telah menjadi fokus utama bagi Indonesia dengan berbagai pengelolaan dan keamanan perairan maritimnya. Melalui inisiatif seperti “Global Maritime Fulcrum,” saatnya Indonesia berusaha untuk memperkuat kontrol dan pengawasan atas wilayah maritimnya. Saatnya memainkan peran yang lebih besar dalam perdagangan internasional, diplomasi maritim, dan kerja sama keamanan di Asia Pasifik. Dengan demikian, penguatan maritim adalah respons yang signifikan dari Indonesia terhadap peran geopolitiknya yang semakin penting di kawasan ini pada tahun 2024.

Baca Juga

TEMUKAN KAMI

KOMENTAR

Studio 1

Jl Nakula No 7 Blok C No. 132, RT 003/RW 007
Jakasetia, Bekasi Selatan 17147
Kota Bekasi – Jawa Barat
Email      : tvindomaritim@gmail.com; redaksitv@indomaritim.tv marketing@indomaritim.tv
Telepon  : 081310959082; 0811133471

Studio 2

Lingk. Tegalrejo RT 003/RW 003, Bawen, Kab. Semarang 50661
Kab. Semarang, Jawa Tengah 

Email      : tvindomaritim@gmail.com; redaksitv@indomaritim.tv marketing@indomaritim.tv
Telepon  : 081392474632

1 0